Description
Membaca Ulang Syair Bintang Tersilam: Sastra Klasik Betawi Karya bin Syihabuddin-Pakojan (1341 H / 1923 M)
Penulis : Akhmad Dinayat Ilyas & Dr. H. Desri Arwen, M.Pd.
Editor : Garry Vebrian, M.A., M.Ud.
Tahun Terbit : Cetakan I, April 2026
ISBN : 978-623-7709-xx-x
Dimensi Buku : 14.8 x 21
Tebal Buku : x + 146 Halaman
Harga : Rp. 98.000,-
Sinopsis
Ketika membaca bait-bait syair dalam Bintang Tersilam karya bin Syihabuddin–Pakojan (ditulis tahun 1341 H / 1923 M), kita seperti mendengar “suara” dari masa silam untuk menjawab tantangan pendidikan, terutama dalam pembentukan moral dan karakter.
Terlepas dari disrupsi teknologi yang tidak bisa dihindari oleh dunia pendidikan, seperti menggeliatnya artificial intelligence (AI), peran guru tidak akan pernah bisa digantikan. Guru akan selalu menjadi murabbi (pendidik jiwa), muaddib (pembentuk adab) dan uswah (teladan), sebuah tugas mulia yang tak akan pernah bisa digantikan oleh algoritma secanggih apa pun.
Buku ini mencoba menyelami dan mengurai “benang merah” pemikiran bin Syihabuddin dalam Bintang Tersilam yang ditu-lis satu abad lalu. Dalam pemikiran bin Syihabuddin, guru tak bisa hanya dipandang sebatas profesi (kedudukan) yang ber-gelimang kompetensi, melainkan sebagai maqam (tingkatan) spiritual yang harus didaki. Dengan pemikiran tersebut maka tantangan utama yang harus diatasi seorang guru (di tengah badai disrupsi teknologi) ialah menapaki perjalanan spiritual sehingga bisa menyatu sepenuhnya dengan semangat (jiwa) pendidikan.




